Jumat, 15 Februari 2013


NORMALISASI  
                Dalam perancangan sebuah basis data perlu dilakukan secara cermat agar dihasilkan data yang kompak dan efisien dalam dalam penggunaan ruang penyimpanan,  cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam memanipulasi data. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam merancang basis data seperti ini adalah  dengan melakukan normalisasi.
Normalisasi adalah proses penyusunan tabel tabel yang tidak redudan (dobel), yang dapat menyebabkan anomali pada saat terjadi operasi manipulasi data seperti tambah ubah dan hapus.
Anomali yaitu proses basis data yang memberikan efek samping yang tidak di harapkan ( misalnya menyebabkan ketidakkonsistenan data atau membuat suatu data menjadi hilang ketika data lain di hapus).
Bentuk bentuk normalisasi :
1.       Bentuk tidak normal
Merupakan kumplan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti format tertentu , dapat saja tidak lengkap dan terduplikasi. Data di kumpulkan apa adanya sesuai keadaannya.
2.       Bentuk normal pertama (1NF)
Bentuk tabel disebut 1NF jika :
ü  Tidak ada baris yang duplikat dalam tabel tersebut
ü  Masing masing cell bernilai tunggal
3.       Bentuk normal kedua (2NF)
4.       Bentuk  ini terpenuhi jika pada sebuah tabel semua atribut yang tidak termasuk dalam primary key memiliki ketergantungan fungsional pada primary key secara utuh.
5.       Bentuk normal ketiga (3NF)
Menghilangkan anomali anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
6.       Bentuk noraml ke empat (4 NF)
7.       BCNF (boyce code normal form)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar